Author Archives: yaiganjil

UMUR TUHAN

TUHAN itu adanya bersifat awal dan akhir, artinya Tuhan tidak memiliki usia sebagaimana manusia yang memiliki batasan waktu tertentu untuk hidup. Dalam kitab suci juga disebutkan bahwa Tuhan itu Cahaya Maha Cahaya. Apa ini artinya? Marilah kita telaah dengan kacamata sains modern.

Ada satu dzat di dunia ini, yang sudah ada semenjak alam semesta lahir, tapi tidak pernah merayakan hari kelahirannya alias tak berumur. Itulah foton, atau partikel cahaya. Tapi, bagaimana mungkin? Mari kita telaah dengan teori relativitas khusus Einstein. Begitu mendengar teori relativitas khusus, ingatan kita spontan menuju konstanta kecepatan cahaya, kecepatan tercepat yang ada di jagad raya ini. Relativitas khusus mengatakan, ruang dan waktu, oleh Newtonian dianggap terpisah dan bernilai absolut, menyesuaikan diri mereka demi menjaga konstanitas kecepatan cahaya yang bernilai 3×108 meter/detik tersebut.

Dengan kata lain, dimensi waktu akan melambat atau mencepat, dan dimensi ruang akan memanjang atau memendek, sehingga kecepatan foton selalu bernilai sama. Konsep ini disimpulkan dengan satu kalimat, “Benda bergerak akan merasakan waktu melambat dan ruang memendek,”

Konsep ini tidaklah sederhana, saat Einstein mempostulatkannya pada tahun 1905. Diperlukan puluhan tahun bagi para fisikawan untuk benar-benar bisa mengerti teori tersebut. Sekarang mari kita ulangi percobaan fantasi yang pernah Einstein lakukan untuk memahami bagaimana waktu melambat dan ruang memendek.

Bagaimana waktu melambat?

Bayangkan kita memiliki dua buah jam-foton Kerja jam-foton tersebut adalah sebagai berikut: sebuah foton terperangkap dalam dua buah cermin (yang merefleksikan cahaya yang datang). Foton ini akan bergerak maju-mundur membentur dua cermin tersebut. Kedua cermin ini kita lengkapi dengan sepesial detektor yang akan berbunyi: setiap kali foton menyentuh permukaannya.

Kecepatan cahaya 3×108 meter/detik berarti cahaya akan menempuh jarak sejauh 3×108 meter dalam satu detik. Jika dua cermin tadi terpisah sejauh 30 meter (d = 30 meter), maka total foton menabrak dua cermin tersebut adalah 107 kali tik. Dengan kata lain, setiap kali detektor kita berbunyi 107 tik berarti itu sama dengan satu detik.

Satu jam-foton berdiri diam di atas Bumi, sementara yang lain kita beri kecepatan v pada sumbu-x. Foton pada jam-foton yang diam (kita sebut foton #1) harus bergerak 30 meter untuk bisa menghasilkan 1 tik. Tapi foton pada jam-foton yang bergerak (foton #2) harus begerak. Akibatnya, saat foton #1 sudah membuat 107 tik, foton #2 masih berjuang untuk menghasilkan tik yang sama. Saat foton #2 berhasil menghasilkan 107 tik, foton #1 sudah memulai perjalanan untuk menghasilkan 107 tik kedua. Artinya, benda yang bergerak akan merasakan waktu 1 detik lebih lama (waktu melambat) daripada saat dia diam.

Bagaimana ruang memendek?

Bayangkan kita punya sebuah mobil yang panjangnya diukur saat diam adalah 5 meter. Tugas kita sekarang adalah mengukur panjang mobil ini saat berjalan, sementara kita tetap diam di atas Bumi. Tentu kita tidak mengukur dengan meteran seperti yang kita lakukan saat mobil diam.

Cara yang terbaik adalah memakai stopwatch. Hidupkan stopwatch ketika ujung depan mobil menyentuh sebuah garis acuan dan matikan saat ujung belakangnya melewati garis itu. Jika kita bisa melakukan dengan akurat, maka waktu yang ditunjukkan stopwatch (t) berbanding lurus dengan panjang mobil (L), yaitu L = v*t, dengan v adalah kecepatan mobil tersebut.

Panjang mobil saat jalan bisa didapat dengan mudah karena kita punya data v dan t. Kalau percobaan itu dilakukan beberapa kali dengan meningkatkan kecepatan mobil, akan diperoleh hasil, semakin cepat pergerakan mobil maka semakin pendek panjang mobil. Kenapa demikian?

Dengan pemahaman waktu melambat di atas, hal ini lebih mudah dimengerti. Mobil yang berjalan akan mengalami perlambatan waktu. Semakin cepat dia bergerak, semakin lambat waktu yang dia rasakan, sehingga waktu yang diukur stopwatch semakin kecil. Dengan demikian, sesuai dengan L = v*t, panjang mobilpun semakin memendek.

Pergerakan dalam 4-Dimensi

Sejauh ini kesimpulan dari percobaan fantasi kita adalah semakin cepat benda bergerak, semakin melambat waktunya, dan semakin memendek ruangnya. Sekarang kita kembangkan kesimpulan itu untuk masuk dalam konsep ruang-waktu teori relativitas khusus.

Kita hidup dalam 4-dimensi, 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu. Keempat dimensi ini dibutuhkan untuk memberikan koordinat lengkap sebuah objek di alam semesta ini. Misalnya saat menggambarkan keberadaan seseorang di Lantai 4 Sebuah Gedung Bertingkat (untuk menggambarkan 3 dimensi ruang), kita masih harus menyatakan pada pukul berapa orang itu ada di sana.

Sebuah objek sebenarnya bergerak di 4 dimensi ini. Sebuah mobil yang diam, tetap bergerak di dimensi waktu. Saat mobil ini dijalankan, maka pergerakannya di dimensi waktu ;harus dibagi dengan pergerakan di dimensi
ruang. Sehingga pergerakan di dimensi waktu berkurang: waktu melambat karena pergerakan benda di dimensi ruang, persis seperti yang kita buktikan percobaan jam-foton.

Logika tersebut mengantarkan kita pada pemikiran, untuk mencapai pergerakan maksimum di dimensi ruang maka pergerakan di dimensi waktu harus nol. Pada kondisi inilah kecepatan benda menempuh dimensi ruang bisa maksimal. Dan sesuai dengan teori relativitas khusus, bahwa kecepatan maksimal adalah kecepatan cahaya, segera kita sadari bahwa cahaya sama sekali tidak bergerak pada dimensi waktu. Dengan kata lain, foton tidak berumur. Foton yang dihasilkan semenjak alam semesta terbentuk sampai sekarang umurnya sama!

Bisa melewati kecepatan cahaya?

Ini terkait dengan salah satu formula teori relativitas khusus yang sangat terkenal: E=mc2, di mana E adalah energi, m adalah massa, dan c adalah konstanta kecepatan cahaya. Formula tersebut menjelaskan relasi langsung antara energi-massa (konservasi energi-massa). Sebuah objek dengan massa m bisa menghasilkan energi E sebesar mc2; dan karena c sebuah konstanta yang besar, massa yang kecil tetap akan menghasilkan energi yang besar.

Bayangkan, Hiroshima tahun 1945 hancur akibat energi yang dihasilkan 1ýari 2 pounds Uranium. Di sisi lain, formula ini memainkan peranan penting dalam pergerakan objek dalam 4-dimensi. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik, semakin tinggi kecepatannya semakin besar energinya.

Saat kita paksa partikel muon mencapai kecepatan 99,9 kecepatan cahaya, muon memiliki energi yang besar. Karena konservasi energi-massa, energi tadi meningkatkan massa muon 22 kali lebih massif daripada massa-diamnya (0.11 MeV). Tentu saja semakin masif (pejal) benda, semakin susah untuk bergerak cepat. Ketika kecepatannya dinaikkan menjadi 99,999 kecepatan cahaya, massanya bertambah 70.000 kali! Muon semakin masif dan semakin cenderung untuk tidak bergerak. Sehingga dibutuhkan energi yang tak berhingga untuk melewati kecepatan cahaya; jumlah energi yang tidak mungkin bagi sesuatupun yang ada di alam semesta ini: KECUALI JUMLAH ENERGI TUHAN.

KESIMPULAN:
Tuhan bukanlah cahaya. Dia adalah CAHAYA MAHA CAHAYA. Bila partikel cahaya/foton adalah sesuatu di dunia ini yang sudah ada semenjak alam semesta lahir dan tidak mengenal usia, maka TUHAN adalah DZAT YANG MAHA TIDAK MEMILIKI USIA (UMUR). Sama seperti foton, meskipun dimensi waktu akan melambat atau mencepat, dan dimensi ruang akan memanjang atau memendek, sehingga kecepatan partikel cahaya/foton ini selalu bernilai sama sehingga TUHAN TIDAK MENGENAL TEMPAT JAUH ATAU DEKAT. Bahkan TUHAN LEBIH DEKAT DARI RASA DEKAT. DIA BEBAS DARI BATASAN WAKTU DAN RUANG.

Dengan memakai cara berpikir/logika ILMU FISIKA saja TUHAN sudah bisa dinalar KEBERADAANNYA. Ini tentunya semakin melengkapi dan memperluas kajian agama-agama yang memberi jawaban eksak tentang keberadaan Tuhan.

WANITA MENGGAIRAHKAN

Ada banyak tipe perempuan. Salah satunya bertipe SURYA SUMURUP yaitu perempuan yang memiliki dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya kebiru-biruan. Ada sinom (rambut yang tumbuh di dahi) yang menggumpal. Kedua alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan seperti ini konon menjadi idaman kaum lelaki karena memiliki kesetiaan tak diragukan lagi. Ia tipe perempuan yang serasi dalam bermain asmara, sehingga dapat mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.

Tipe perempuan lainnya di antaranya adalah:…

BULAN DADARI yaiku sing raine sumringah rada bunder, awake sedengan alise kandel, rambute ireng lemes, merit kencete.PISANG SULUH, awak imut, kulit kuning, pasuryane ketok ana otot semburat ijo, sinom ketel, mata amba rada belo, mranani ati saben pria sing nyawang, tindak tanduke merak ati, gawe welas asih.

SEMONGGO WARU iku sing awake lencir, kulite ireng manis, bangekane merit, payudarane montok dan mata rada amba, atine rada nyengit nek rambute kriting basane pinter nyimpen rahasia seneng dijak selingkuh.

LINTANG KARAINAN iku sing awak imut, rambut ireng kandel, kulit sawo mateng, alis kandel, montok lan bangkekan merit, bisa nyimpen wadi, atine alus gampang tersinggung tapi gampang tresna.

DURGASARI, awak ipel-ipel nanging dempal, kulit sawo matang, rambut tipis, bangkekan sedengan, sikil kandel, dlamakan njebebeh (ketoke cah panekan merga sering munggah gunung), susu gede montok, nek omong ceplas-ceplos, tandang gawene sak kepenake, nanging jujur apa anane.

SUBONDRIO: awak rada langsing lan lencir, kulit kuning bangkekan cilik, rambut kandel, sabar, setia, gak gampang kena goda.

RAKSASA DURGA, badan dempal, kulit ireng, rambute kriting, susu gede sikile cilik mlakune oyag-ayig.

MRICA PECAH, badan ramping/singset,kulit kuning rada putih,rambut biasa dan awak rada montok, bisa nyimpan rahasia.

MACAN KETAWAN, raine sumringah, mata mblalak, badan rada gedhe, kulit bang-bang awak, adate keras, tabah ngadhepi goda,seneng nulung lan bisa sabar.

CIRI WANITA YANG COCOK DIJADIKAN ISTERI:

Bentuk sirahe bunder. Wajah bunder kaya wulan purnama. Jidate rata lan serasi. Matanya rada amba/njahit, tapi enak disawang. Sorotan mripate cumleret tajem, arang-arang kedep lan gak seneng lirak-lirik. Alise rada lurus dan idepe rapi. Irunge lurus lan rada mbangir garis sisi kiwa tengen irung katon jelas.

Ambane tutuk (cangkem) sederhana. Lambene mingkem rapet untune gak ketok. Nanging ketok sumringah. Lambene rata gak ketok cembung. Kupinge kandel lan apik.

Janggute menarik dan daging nang janggut ketok kandel. Driji-drijine lancip, tapi kukune kandel. Tapak tangankandel. Tapi bagian tengah alus kaya sutera.

Bentuk tapak kaki dan drijine apik, tapi drijine kandel tebal tapi lembut dan kaku nenawa lagi midak lemah. Kuku kandel. Badannya amba lan daging punggunya kandel (mentek). Balung-balunge rangka sederhana utawa alus, kulitnya ya alus lan lemes, tapi singset. Nek ngguyu awake ora melok obah-obah, utawa ajrut-ajrutan.

Lungguhe teratur rapi. Nek lungguh timpuh, sikile rapet lan rapi. Nek lungguh anteng ora pencilakan. Nek mlaku lembeyane kaya blarak sempal maksude gak nganti mbukak ketek lan awake gak melok lenggak-lenggok.

Benarkah analisis yang tertera di Serat Centhini ini ya? Ya, daya tarik perempuan dan daya tarik erotiknya tidak akan pernah habis dibicarakan. Bagi kaum pria akan ngobrol soal seks secara lebih bebas daripada kaum wanita yang lebih suka bisik-bisik. Seks merupakan naluri instingtif manusia yang paling dasar. Tak heran kalau banyak upaya dilakukan untuk mempelajari, menganalisis, menyusun manual (panduan), atau mengungkapkannya lewat karya sastra maupun karya tulis lainnya sejak dahulu kala.

Beberapa karya kuno yang pernah ada di dunia di antaranya Ars Amatoria (The Art of Love) karya penyair Romawi, Publius Ovidius Naso (43 SM – 17 M) atau Kama Sutra karya Vatsyayana dari India, yang ditaksir hidup di zaman Gupta (sekitar abad ke 1 – 6 M). Keduanya adalah kitab klasik petunjuk untuk menikmati seks. Sementara di Jawa pada awal abad ke-19 ditulis karya sastra yang hebat yaitu Serat Centhini (nama resminya Suluk Tembangraras). Serat ini digubah pada sekitar 1815 oleh tiga orang pujangga istana Kraton Surakarta, yaitu Yasadipura 11, Ranggasutrasna, dan R. Ng. Sastradipura (Haji Ahmad ilhar) atas perintah K.G.P.A.A. Amengkunegara II atau Sinuhun Paku Buwana V.

Otto Sukatno CR dalam bukunya Seks Para Pangeran: Tradisi dan Ritualisasi Hedonisme Jawa memaparkan satu bab dalam Serat Centhini yang terdiri atas 722 tembang antara lain memang bicara soal seks. Dalam Serat Centhini, masalah seksual diungkap secara verbal dan terbuka, tanpa tedeng aling-aling.

Dalam Centhini II (Pupuh Asmaradana) diuraikan dengan gamblang soal OLAH ASMARA yang berhubungan dengan lokasi genital yang sensitif dalam kaitannya dengan permainan seks. Misalnya, cara membuka atau mempercepat orgasme bagi perempuan, serta mencegah agar lelaki tidak cepat ejakulasi.

Lalu dalam Centhini IV (Pupuh Balabak) diuraikan secara blak-blakan bagaimana PRATINGKAHING CUMBANA (gaya persetubuhan) serta sifat-sifat perempuan dan bagaimana cara membangkitkan nafsu asmaranya. Perempuan tidak selamanya bersikap lugu, pasif dalam masalah seks sebagaimana stereotipe pandangan Jawa yang selama ini kita terima. Mereka juga memiliki kebebasan yang sama dalam mengungkapkan pengalaman seksualnya. Padahal mereka selalu digambarkan pasrah, nrima kepada lelaki.

Hal itu tampak dalam Centhini V (Dhandhanggula). Di ruang belakang di rumah pengantin perempuan pada malam menjelang hari H perkawinan antara Syekh Amongraga dan Nike Tembangraras, para perempuan tua-muda sedang duduk-duduk sambil ngobrol. Ada yang membicarakan pengalamannya dinikahi lelaki berkali-kali, pengalaman malam pertama, serta masalah-masalah seksual lainnya yang membuat mereka tertawa cekikikan.

Salah satu percakapan itu misalnya seperti ini, “Nyai Tengah menjawab sambil bertanya, Benar dugaanku, Ni Daya, dia memang sangat kesulitan, napasnya tersengal. Saya batuk saja, eh lepas Mak bul mudah sekali lepasnya. Tak pernah kukuh di tempatnya. Susahnya sangat terasa, karena meski besar seakan mati.”

Soal katuranggan juga banyak diungkapkan dalam Serat Centhini. Dalam kaitannya dengan perempuan, katuranggan dapat diartikan sebagai watak, sifat, atau tanda-tanda berdasarkan penampakan lahiriahnya. Dalam budaya katuranggan, terdapat beberapa ciri perempuan yang menjadi idealitas lelaki untuk dijadikan istri. Tipe-tipe perempuan demikian, di antaranya disebut guntur madu, merica pecah, tasik madu, sri tumurun, puspa megar, surya surup, menjangan ketawan, amurwa tarung, atau mutyara.

Sebagai gambaran, perempuan bertipe surya sumurup itu perempuan yang memiliki dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya kebiru-biruan. Ada sino m (rambut yang tumbuh di dahi) yang menggumpal. Kedua alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan seperti ini menjadi idaman kaum lelaki karena memiliki kesetiaan tak diragukan lagi. Lebih dari itu ia tipe perempuan yang serasi dalam bermain asmara, sehingga dapat mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.

Sementara itu dalam Kitab Primbon Lumanakim Adammakna terungkap ciri perempuan yang menggairahkan secara seksual antara lain, bertubuh kecil, wajahnya merah bersemu biru manis, rambut hitam panjang, sinom menggumpal. Atau, bertubuh kecil, pandangan dan wajahnya nguwung (agak melengkung), kulit kuning bersemu hijau, sinom menggumpal. Atau, bertubuh tinggi langsing, badan mbambang (padat berisi), roman mukanya galak, dan rambutnya panjang.

Etika Bersenggama
Menurut Ki Kumitir, etika bersenggama diungkap secara jelas dalam “NITISAKE WIJINING DUMADI”. Setidaknya saat bersenggama ada empat perkara yang harus diperhatikan yaitu “eneng, ening, awas, eling.”

1. Eneng, iya iku wektu karon-sih atine kudu eneng (menep), dene paedahe bisa suwe wetuning rahsa, lan gawe kandeling wiji,. Amarga ati kang menep mau bisa ngenthelake wiji (jiwa), kentheling jiwa bisa mahanani kandeling wiji, ing wusana dadining anak ing tembe bisa dawa umure.

(Saat bersenggama hati harus tenang ‘menep’. Manfaatnya agar rahsa yang tersatukan itu bisa beproses lama dan membuat Jiwa kuat sehingga nanti anak yang akan dilahirkan bisa panjang umur.)

2. Ening, iya iku atine kudu ening, dene paedahe bisa nikmat rasane lan manfaat. Amarga kaweningan mau bisa gawe weninging wiji (tetep trimurti), wiji kang tetep trimurti mau ing wiji ala apa becik, dene panengerane wujud cahya kaya kawasa.

(Hati harus hening, agar tercapai kenikmatan dan manfaat. Keheningan bisa membuat Jiwa juga jernih)

3. Awas, iya iku kudu mulat kedep-liringing rabine, wektu karon-sih, kendho apa mempeng, utawa ngulatake tumitising wiji ala apa becik, dene panengerane wujud cahya kaya kang wis kapratelakake ing dhuwur.

(Mengawasi pasangannya saat bersenggama, apakah santai atau serius. Ini juga berpengaruh pada jiwa apakah itu baik atau buruk)

4. Eling, iya iku aja mikir liya-liyane, kajaba eling yen wektu iku lagi nitisake wiji, mula yen rabine semu kendho ing karon-sih, wajib eling, manawa durung binuka bakuning rasa, tumuli duweya osik sumedya mbuka kadatoning rahsa, supaya rabine mau gumregut rasane, lan maneh yen nyumurupi cahyaning wiji ala kang bakal tumitis, banjur enggal-enggal bisa nglebur sarana laku nusupake utawa mutahake menyang ing jaba. Dene manawa uninga wiji becik kang bakal tumitis, iya banjur bisa mrenahake ing papan samestine.

(Tidak berpikir macam-macam, konsetrasi sedang berhubungan jiwa raga. Ini akan membuka kerajaan rasa dan memberikan cahaya terang pada jiwa yang akan dilahirkan…)

WUJUD ALLAH MENURUT SEMBILAN WALI

Makrifatullah sebagai pengenalan tertinggi kawulo/hamba pada gusti telah dialami oleh para wali penyebar agama Islam di Nusantara. Mereka adalah suri tauladan pencapaian pendakian spiritual bagi kita, pencari jalan Ilahi. Apa dan bagaimana makrifat dari para wali dan bagaimana wujud Tuhan yang sebenarnya?

Makrifat adalah sebuah situasi mental dan kondisi kejiwaan yang dialami oleh siapapun yang menginginkan adanya perjumpaan dengan Tuhan Semesta Alam. Salah satu momen makrifat yang paling fenomenal dalam sejarah para nabi adalah apa yang dialami Nabi Musa As saat ekstase/ fana/jatuh tersungkur di bukit Sinai saat “menatap” wajah-Nya setelah gunung yang ada di depannya hancur karena tidak sanggup ditempati pancaran cahaya-Nya.

Makrifat bisa diraih dengan perjuangan dan laku yang berat.Dalam khasanah tasawuf, kita akan diajari bagaimana laku yang berat tersebut harus dijalankan untuk menyingkirkan dan menerobos hijab menuju langit. Hijab adalah tirai selubung penutup batin kita sehingga kita tidak mampu menggapai wujud-Nya.

Hijab di dalam perbendaharaan kaum sufi bisa dikategorikan menjadi sepuluh besar. Hijab ini berasal dari empat unsur, yaitu unsur jiwa, dunia, hawa nafsu, dan setan:

Hijab ta’thil, yaitu meniadakan asma’ dan sifat Allah.

Hijab berupa kemusyrikan, yaitu manembah kepada selain Allah.

Hijab bid’ah qauliyah yang tidak ada pijakannya dalam agama).

Hijab bid’ah ‘amaliah atau perbuatan yang menyimpang dari kebenaran iman dan ikhsan

Hijab batiniyah: takabur, ujub, riya, hasad, bangga diri, sombong dan iri dengki dan lain-lain.

Hijab lahiriyah: Perbuatan Ibadah yang tidak diniatkan untuk berjumpa dengan-Nya.

Hijab dosa kecil. Melakukan perbuatan dosa-dosa kecil namun banyak.

Hijab mubah. Melakukan perbuatan mubah namun tidak dianggap sebagai sebuah dosa.

Hijab lalai dari misi penciptaan dan iradat Allah.

Hijab penempuh jalan spiritual yang bersusah-payah, tetapi namun tidak sampai tujuan.

“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-bena tehijab dari (melihat) Rabb mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka”
(Al-Muthaffifin: 15-16)

Setelah semua hijab terbuka dan seseorang pejalan spiritual sudah sampai ke langit ketujuh di dalam diri sejatinya, maka seseorang akan kebingungan dan berada di alam “suwung”/ ora ono opo-opo. Semua pendamping kini telah meninggalkannya termasuk diri, malaikat dan para rasul. Dia kemudian dibimbing oleh Tuhan sendiri untuk berjumpa dengan Dzat-Nya.

Apa yang terjadi sesudah kita bermakrifatullah? Tidak ada kata yang mampu menjelaskan situasi dan kondisi fana tersebut. Namun, kita bisa mendapatkan penjelasan dari para wali saat mengalami fana tersebut. Bagaimana wujud Allah SWT?

Sunan Kalijaga: “Allah itu adalah seumpama memainkan wayang.”

Syekh Majagung: “Allah itu bukan disana atau disitu, tetapi ini.”

Syekh Maghribi: “Allah itu meliputi segala sesuatu.”

Syekh Bentong: “Allah itu itu bukan disana sini, ya inilah.”

Sunan Bonang: , “Allah itu tidak berwarna, tidak berupa, tidak berarah, tidak bertempat, tidak berbahasa, tidak bersuara, wajib adanya, mustahil tidak adanya.”

Sunan Kudus: “Jangan suka terlanjur bahasa menurut pendapat hamba adapun Allah itu tidak bersekutu dengan sesama.”

Sunan Giri berpendapat, “Allah itu adalah jauhnya tanpa batas, dekatnya tanpa rabaan.”

Syekh Siti Jenar: “Allah itu adalah keadaanku. Sesungguhnya aku inilah haq Allah pun tiada wujud dua, nanti Allah sekarang Allah, tetap dzahir batin Allah”

Sunan Gunung Jati: “Allah itu adalah yang berwujud haq”

AMALAN GAIB PANJANG USIA

CARA: Fokus pada usia Anda sekarang. Kemudian, pikirkan Anda hidup seratus tahun dari sekarang atau lebih sesuai dengan yang Anda inginkan, Selanjutnya baca mantra sebagai berikut:

 PLANTO MIHI AGO INSQUEQUO VICIS SUBSISTO PRONOUCED PLANT-OH ME-HIGH AGE-OH INS-KWE-KWO VIE-SIS SUB-SIS-TOE

 Selanjutnya, tidurlah setenang-tenangnya. Maka, alam semesta akan menemani Anda agar bisa hidup selama mungkin sesuai dengan usia yang Anda kehendaki. Amalan ini terlihat sederhana, namun mantra ini benar-benar sangat kuat dan niat Anda pasti disaksikan dan didengarkan Tuhan Yang Maha Kuasa

AMALAN BERTEMU RUH ORANG YANG DIRINDUKAN

Ingin bertemu dengan orang yang dirindukan namun sudah lama tidak bertemu baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, maka ada amalan untuk bertemu dengan ruhnya di alam astral. Caranya tentu saja tidak dalam keadaan sadar, melainkan saat kita dalam keadaan tertidur yaitu saat kesadaran ruh kita terbangun.

Caranya (1). tulis rajah di telapak tangan kanan di bawah ini menggunakan jari kiri tanpa tinta:

(2). Tidur pada posisi miring menghadap ke barat. Kepala di sebelah utara dan letakkan telapak tangan kanan pada pipi. Pada saat menempelkan pipi pada telapak tangan, baca doa ini tujuh kali sambil membayangkan orang yang dimaksud:

INNI WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZI FATHARASSAMAAWATATI WAL ARDHA. HANIIFAN MUSLIMAN WAMAA ANA MINAL MISYRIKIN. INNA SHALAATI WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII. LILLAAHI RABBIL ALAMIN. LA SYARIIKA LAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIN.

Selanjutnya hingga tertidur tidak boleh bercakap-cakap dengan siapapun. Insya Allah, ruh Anda akan bertemu dengan ruhnya.

AMALAN AGAR SEGERA PUNYA KETURUNAN

Ini ada amalan yaitu membuat ramuan agar pasangat segera punya keturunan:

BAHAN:
A. Cari tumbuhan yang merambat pada pohon aren dengan cirri-ciri daunnya belang-belang dengan tiga warna, yaitu hijau, putih dan kuning
B. Pisang emas 7 buah
C. Gula aren secukupnya

Tiga bahan itu direbus (dikolak) dan selanjutnya tulislah rajah pada kertas kecil BA SIN MIM ALIF LAM LAM HA ALIF LAM RA HA MIM NUN ALIF LAM RA HA YA MIM dalam bahasa arab (7 kali). Penulisan rajah yang bunyinya BISMILLAHIRROHMANIRROHIM itu harus sempurna. Huruf yang seharusnya berlubang, harus ditulis berlubang misanya huruf MIM dan HA.

Masukkan rajah yang ditulis pada kertas kecil-kecil itu pada ramuan yang telah direbus tadi. Ramuan tersebut diminum suami dan isteri yang ingin punya keturunan tiga kali satu bulan, yaitu pada tanggal 1, 15 dan 27 pada jam tertentu yaitu pagi pada pukul 08.00-s/d pukul 09.00 dan malam hari pada pukul 23.00 s/d pukul 24.00. Setelah minum bersama, lakukan hubungan suami isteri dan sebelumnya berdoa agar Tuhan mengabulkan permintaan Anda untuk mempunya keturunan.

AMALAN BERTEMU NABI MUHAMMAD SAW

Tidak ada mimpi terindah bagi kaum muslim selain mimpi bertemu Rasulullah, Muhammad SAW. Sebab mimpi bertemu adalah berarti benar-benar beliau yang bertemu dengan kita. Sebab siapapun termasuk malaikat dan jin tidak akan mampu menjelmakan diri sebagai Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam perjumpaan dengan Sang Kekasih Allah ini, kita bisa berdialog dan berdiskusi apa saja. Dia akan memberikan pitutur yang sangat bermanfaat bagi hidup kita. Ini adalah amalan untuk bertemu dalam mimpi:
Pada malam Jum’at usai sholat Maghrib bacalah Surat Al Qadr 1000 X.
Selanjutnya sholat dua rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua setelah membaca Surat Al Fatihah, baca surat Al Fatihah lagi 15 X dan Ayat Kursi 15 X.
Setelah sholat, membaca salawat 7 kali: Shallaallaahu alaa Muhammad.
Selanjutnya, tidurlah di atas sajadah dengan menghadap kiblat.

Insya Allah, Nabi Muhammad akan berkenan untuk menemui Anda, umat yang rindu padanya dan akan memberikan petunjuk-Nya bagi keselamatan hidup dunia dan akhirat